Senin, 21 Mei 2012

= Jas Merah


Jas Merah adalah nurani Ir Soekarno. Jas Merah tidak hanya sebatas "Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah". Tarik kebelakang lagi yaitu jangan lupa kepada hakekat manusia, lebih spesifik lagi jangan lupa kepada JAWA yang berarti jujur dan rendah hati. Jujur kepada orang lain, jujur kepada diri sendiri. Jujur kepada diri sendiri berarti ingat janji kita kepada Yang Maha Kuasa pada saat kita di Alam Kandungan bunda. Hamemayu Hayuning Bawana merupakan salah satu falsafah yang digali dari perenungan Sri Sultan Hamengkubuwono I , yang berarti berbuat baik kepada Sesama Manusia, berbuat baik kepada Sesama Makhluk, Berbakti Kepada Yang Maha Kuasa. Hal itu berlaku secara Universal. Jika anda melihat sesuatu yang tidak baik dilingkungan anda maka rubahlah dengan tangan anda, jika tangan anda tidak mampu maka rubahlah dengan doa anda, niat untuk berbuat baik dan membuat kebaikan, bukan hanya mengeluh, mengritik dan tidak memberikan solusi atau jalan keluar. Bila tataran kita hanya seperti itu maka kita telah melupakan hakekat kita sebagai manusia yang indah dan adiluhung. Jika anak-anak kita masih nakal maka arahkan mereka karena yang mereka butuhkan adalah kasih sayang dan perhatian. Jika ada orang tua kita yang lupa dengan Jas Merah maka berilah pencerahan kepada mereka dengan cara yang sopan dan indah. Sesungguhnya jika kita tidak peduli kepada sesama dan lingkungan itu berarti kita sudah lupa dengan Jas Merah karena kita telah lupa kepada jati diri kita yang mendapat amanat untuk menjadi PAMIMPIN di dunia yang mendapat tugas untuk peduli kepada sesama dan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar